Showing posts with label Tukang Kayu. Show all posts
Showing posts with label Tukang Kayu. Show all posts

Tukang Bangunan Rumah Yang Baik

Tukang bangunan yang baik selalu dicari oleh calon pembangun rumah baik itu kontraktor maupun pemilik rumah secara langsung, beberapa kriteria dapat dijadikan pedoman untuk menilai bagusnya tukang bangunan sehingga dapat terpilih seorang yang ahli untuk mengerjakan rumah kita, berikut ini mungkin dapat dijadikan gambaran seorang tukang yang professional

Tukang-Bangunan-Rumah

Sifat dan tanggung jawab tukang bangunan
Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana sifat tukang bangunan ini apakah dapat mengemban tanggung jawab dengan sunggug-sungguh tanpa melakukan hal-hal yang dapat merugikan pemilik bangunan, misalnya seorang pembangun rumah yang sibuk sehingga tidak bisa melihat pekerjaan pembangunan setiap saat akan lebih baik jika menggunakan jasa tukang bangunan yang sudah terpercaya sehingga memberikan rasa aman dan nyaman ketika meninggalkan rumah yang sudah dibangun untuk keperluan lainya.

Keahlian tukang bangunan

Setelah kategori kepribadian yang baik selanjutnya adalah bagaimana keahlianya dalam menyelesaikan pekekrjaan yang dikuasai misalnya tukang bangunan khusus pekerjaan beton bertulang yang disebut tukang batu atau tukang yang ahli dalam bidang perkayuan disebut tukang kayu serta bidang pertukangan lainya. kriteria ahli seorang tukang bangunan dapat diketahui dengan cara melihat bagaimana hasil pekerjaanya serta berapa lama waktu untuk menyelesaian pekerjaan tersebut.

Pengalaman tukang bangunan

Dengan bermacam-macam pelaksanaan pembangunan rumah yang sudah dikerjakan sebelumnya oleh tukang bangunan akan menyebabkan semakin terasahnya kemampuan tukang bangunan rumah yang baik dalam melaksanakan pekerjaan berulang-ulang  yang hanya berbeda bentuk dan model bangunanya saja. pengalaman dalam membangun juga dapat melatih tukang dalam mempercepat waktu pelaksanaan serta memberikan hasil terbaik seperti bangunan yang rapi dan tahan lama.

Tipe dan Jenis Jendela Untuk Rumah

Banyak sekali tipe dan jenis jendela yang kita kenal saat ini, Bentuk jendela telah berkembang dari awal manusia membuat rumah sampai sekarang. Tidak mengherankan jika di masa mendatang akan banyak tipe jendela yang bermunculan. Umumnya pemilihan tipe jendela berkaitan dengan gaya bangunan dan letaknya.
 
Tipe -Jenis-Jendela-Untuk-Rumah

1. Fixed Window, Fixed window atau jendela mati adalah tipe jendela yang tidak berventilasi sehingga hanya bisa memasukan sumber cahaya, Karena tidak bisa memasukan sirkulasi udara pengunaan tipe jendela ini  sebaiknya perlu di pertimbangkan sebaik mungkin.

2. Double Hung Window merupakan jendela yang terdiri atas 2 daun di susun vertikal dan di operasikan dengan cara menggeser salah satu daun jendela secara vertikal.

3. Single Hung Window adalah jendela yang memiliki bentuk fisik yang sama dengan Double Hung Window yang membedakannya adalah hanya 1 daun yang dapat di geser, Single Hung Window hanya bisa menyediakan 50% bukaan.

4. Sliding Window, Sesuai dengan namanya sliding window atau jendela geser di buka-tutup dengan cara di geser secara horizontal.

5. Casement Window atau jendela ayun memiliki daun jendela yang salah satu sisinya terkait dan di operasikan dengan cara di ayun keluar atau ke dalam. Kelebihan jendela ini mampu menyediakan bukaan 100%.

6. Awning Dan Hopper, Tipe jendela ini memiliki prinsip kerja yang mirip dengan jendela ayun hanya saja sisi jendela yang di kaitkan adalah sisi atas atau bawahnya.

7. French Window adalah tipe jendela dengan sepasang jendela ayun yang di juga berfungsi sebagai aksen keluar masuk. Karena memiliki fungsi ganda sebagai pintu ruang kamar tidur merupakan lokasi yang tepat untuk French Window karena sebagian besar bukaan mengarah ke dalam, Biasanya aplikasi jendela ini menghadap ke taman yang berdekatan dengan kamar tidur.

8. Pivoted Window merupakan tipe jendela yang daun jendelanya dapat berputar 90 derajat atau 180 derajat secara horinsontal maupun vertikal.

9. Jalousie Window adalah jendela yang memiliki pelat-pelat panjang horizontal (Sirip) dari kayu yang tersusun rapat.

10. Bay Window, Sesuai namanya tipe jendela Bay Window selalu menjorok ke depan.

11. Bow Window merupakan tipe jendela yang hampir mirip dengan Bay Window hanya saja perbedaannya terletak pada format jendelanya di buat melengkung.

12. Ox-Eye, adalah jendela kecil yang berbentuk lingkaran, bundar atau oval sering di sebut juga Oeil de boeuf window biasanya aplikasi tipe jendela satu ini sering terlihat menggunakan elemen kaca patri atau kaca warna-warni.

13. Ribbon Window, Tipe jendela satu ini selalu bentuk horizontal memanjang seperti pita, jendela ini bisa di buat bersegmen atau menerus tanpa segmen keberadaan tipe jendela Ribbon Window menjadi salah satu ciri bangunan bergaya minimalis modern.

Cara Membasmi Rayap Alami Pada Bangunan Rumah

Musuh utama perabotan rumah yang terbuat dari kayu adalah serangan koloni serangga yaitu Rayap. Rayap akan memakan peralatan rumah dari kayu hingga rusak dan tidak bisa anda gunakan kemabali. Cara membasmi rayap kayu atau rayap tanah dengan bahan alami yang ampuh dan aman bagi kesehatan akan kita bahas kali ini.

Cara-Membasmi-Rayap-Alami

Cara Membasmi Rayap Alami Pada Bangunan Rumah

Untuk membasmi rayap dengan metode alami bisa menggunakan ramuan yang terbuat dari tembakau. Cara membasmi rayap dengan menggunakan tembakau adalah semprotkan cairan yang terbuat dari tembakau yang sudah direndam selama 1 malam ke sarang rayap menggunakan spayyer.

Cara Membasmi Rayap AlamiUntuk cara membasmi rayap kayu bisa juga menggunakan garam. Obat pembasmi rayap alami ini cukup mudah dibuat, caranya dengan mencampur garam dengan air kemudian biarkan selama satu malam. Cairan tersebut lalu disemprotkan kesarang rayap hingga rayap mati.

Obat anti rayap alami lainnya adalah menggunakan air bekas mencuci beras. Cara membasmi rayap dengan air bekas mencuci beras cukup mudah, siramsekeliling sarang rayap dengan air cucian beras maka koloni rayap akan mati.

Cara membasmi rayap dalam tanah

Untuk membasmi rayap yang ada ditanah kita membutuhkan alat bantuan sentricon, sentrikon sendiri terdiri dari 2 buah alat dimana alat yang pertama merupakan sebuah pengumpan yang taruh pada dinding/kusen yang menjadi jalur rayap, sedangkan alat yang ke 2 berupa detektor rayap yang ditanam di tanah. Pada masing masing alat sentricon terdapat semacam tissu yang berfungsi sebagai pengumpan rayap, tissu tersebut berisikan kandungan heksaflumuron, enzim hormon yang dapat menekan metabolisme pertumbuhan rayap, sehingga akhirnya membunuh rayap tersebut. Setelah alat sentricon digunakan rayap akan datang, memakan, dan mendistribusikan tisu tersebut ke semua koloni rayap sampai akhirnya semua koloni akan mati termasuk yang ada di dalam tanah.

6 Cara Mengusir Dan Membasmi Rayap Pemakan Kayu

6 Cara Mengusir Dan Membasmi Rayap Pemakan Kayu, membantu kita dalam mengusir dan membasmi rayap pemakan kayu dengan cara yang mudah dan sederhana sehingga sangat mungkin untuk diterapkan - Selamat sore sobat-sobat sekalian, semoga aktivitasnya hari ini menyenangkan. Kali ini saya akan  berbagi sedikit tips mengenai cara mengusir rayap yang judulnya 6 Cara Mengusir Dan Membasmi Rayap Pemakan Kayu.

Mengusir-Membasmi-Rayap-Pemakan-Kayu

Rayap merupakan hewan kecil yang berwarna putih, orang barat biasa menyebutnya white ant. Rayap biasanya akan memakan kayu yang sudah lapuk akan tetapi bukan tidak mungkin rayap juga bisa memakan kayu yang masih bagus seperti yang ada di rumah kita. Apabila rayap sudah memakan dan menyerang kayu yang ada di rumah kita jelas akan sangat berbahaya. Karena hal ini berkaitan dengan ketahanan rumah kita. Jika sobat merasa rayap sudah mulai menyerang rumah sobat, berikut ini tips untuk memeranginya.

6 Cara Mengusir Dan Membasmi Rayap Pemakan Kayu

1. Minyak Tanah
Sobat bisa menggunakan minyak tanah untuk mengusir rayap. Caranya cukup semprotkan minyak tanah di kayu yang telah di serang rayap atau juga semprotkan di sarang-sarang rayap. Agar lebih ampuh sobat bisa menambahkan minyak serai sebagai pencampur minyak tanah.

2. Tembakau
Tembakau bermanfaat untuk membunuh tungau yang biasanya menyerang anak kecil jika bermain di rumput. Nah ternyata tembakau ini juga ampuh terhadap rayap. Biar lebih efektif sobat bisa mencampur tembakau dan air lalu di diamkan satu malam agar sari tembakau sepenuhnya keluar. Lalu semprotkan air campuran itu pada kayu yang di serang atau juga langsung ke sarang rayapnya.

3. Garam Dapur
Garam juga ampuh untuk menghadapi rayap. Cukup sobat taburkan saja garam di sarang rayap, tetapi cara ini kurang efektif karena garamnya hanya mengenai bagian permukaan. Agar lebih efektif sobat bisa mencampur garamnya dengan air dan tembakau. Diamkan selama satu malam lalu semprotkan san siramkan di tempat-tempat yang ada rayapnya.

4. Air Kapur sirih
Sifat panas dari kapur akan sangat berbahaya sekali bagi rayap yang memiliki kulit tipis dan lembut. Oleh karena itu air kapur sirih ini sayang efektif untuk membasmi rayap. Caranya cukup sobat siramkan air kapur sirik ke kayu yang di serang atau juga langsung ke sarang rayap.

5. Air Bekas Cucian Beras
Sobat juga bisa memanfaatkan air pertama dari cucian beras untuk mengusir rayap. Cukup siramkan saya ke sekeliling sarang rayap.

6. Termisida
Bahan kimia ini jelas sangat ampuh untuk mengusir rayap tetapi juga sangat beresiko untuk kesehatan kita. Caranya cukup dengan menyemprotkannya ke sarang dan kayu-kayu yang di serang rayap. Sara saya penggunaan Termisida ini Sebaiknya dihindari dan jadikan pilihan yang terakhir.

Itulah beberapa tips sederhana 6 Cara Mengusir Dan Membasmi Rayap Pemakan Kayu yang cukup efektif untuk menghadapi rayap, semoga bisa bermanfaat untuk sobat sekalian.

Teknik Cara Pengawetan Kayu Bahan Bangunan Rumah

Sebuah konstruksi kayu yang kokoh perlu dihitung secara teliti dalam perencanaanya agar dapat diketahui dimensi kayu yang kuat serta ekonomis, struktur kayu yang kuat belum tentu bertahan lama jika tidak dilakukan pengawetan kayu sebelum dipasang maupun masa perawatan, hal ini tentu dapat menyebabkan pengeluaran biaya ganda untuk sebuah bagunan, berikut ini beberapa cara pengawetan kayu yang mungkin bisa dilakukan.

Teknik-Cara-Pengawetan-Kayu

Cara Pengawetan Kayu Bahan Bangunan Rumah adalah:

Pengawetan kayu dengan Cara Pemulasan dan penyemprotan

Cara pengawetan yang paling sederhana dan menghasilkan pengawetan yang kurang baik karena van pengawet yang masuk dan diam pada kayu hanya sedikit serta van pengawet mudah luntur. Keuntungannya hádala : alat yang digunakan sederhana, mudah penggunaannya dan murah. Dianjurkan hanya dipakai sementara, serangan perusak kayu tidak ganas dan untuk pengawetan kayu yang sudah terpasang. Contohnya memberi lapisan cat pada kayu, melabur kayu dengan ter, dll.

Pengawetan kayu dengan Cara Rendaman

Kayu direndam dalam bak larutan bahan pengawet yang telah ditentukan kepekatannya selama beberapa hari. Kayu harus terendam semua.

Ada tiga cara pengawetan dengan rendaman, yaitu : rendaman dingin, rendaman panas dan rendaman panas-dingin.

Bahan pengawet yang digunakan berupa garam.

Keuntungannya : Penetrasi dan retensi van pengawet lebih banyak, kayu dalam jumlah banyak dapat diawetkan bersama, larutan dapat digunakan berulangkali.

Adapun keruguian pengawetan kayu dengan cara rendaman adalah :waktunya lama terutama rendaman dingin, peralatannya mudah kena karat, pada proses rendaman panas kayu dapat terbakar dan kayu basah sulit diawetkan dengan cara ini.

Pengawetan kayu dengan Cara Tekanan dan vakum (cara modern)

Keuntungannya : penetrasi dan retensi bahan pengawet tinggi sekali, waktunya singkat dan dapat mengawetkan kayu basah atau kering.

Kerugiannya adalah : biayanya mahal, perlu ketelitian tinggi dan hanya digunakan untuk perusahaan komersiil.

Menurut cara kerjanya, proses ini dibagi menjadi :

1. Proses sel penuh, dimana pada proses ini bahan pengawet mengisi seluruh lumen sel kayu.  Metode sel penuh ada 2 cara yaitu metode bethel dan Bernett.

2. Proses sel kosong, yaitu bahan pengawet hanya mengisi ruang antar sel kayu. Ada dua cara yaitu cara Rueping, menggunakan tekanan awal 4 atmosphere dinaikkan sampai dengan 8 atm. Cara kedua yaitu cara Lawry menggunakan tekanan awal 7 atm.

Urutan cara kerja proses sel penuh, yaitu :

1. Kayu dimasukkan ke dalam tangki tertutup rapat.
2. Dilakukan pengisapan udara (vakum) dalam tangki dengan tekanan 60 cm/Hg ± 90 menit.
3. Sambil divakum, bahan pengawet dimasukkan ke tangki sampai penuh.
4. Setelah tangki penuh, vakum dihentikan diganti dengan 
     proses tekanan ± 8 – 15 atmosphere ±   2 jam.
5. Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
6. Dilakukan vakum terakhir ± 40 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

Urutan cara kerja proses sel kosong :

1. Kayu dimasukkan ke tangki tertutup rapat.
2. Langsung diberi tekanan ke dalam tangki ± 4 atmosphere ± 10 – 20 menit.
3. Bahan pengawet dimasukkan ke dalam tangki sampai penuh.
4. Tekanan ditingkatkan sampai 7-8 atmosphere selama 2 jam.
5. Tekanan dihentikan, bahan pengawet dikeluarkan
6. Dilakukan vakum terakhir ± 60 cm/Hg ± 10 menit untuk membersihkan permukaan kayu dari bahan pengawet.

Mengenal Fungsi Bagian Kayu Untuk Bahan Bangunan

Kayu sebagai bahan bangunan berasal dari pohon yang mempunyai bagian – bagian dalam tubuhnya,berikut ini bagian – bagian sebuah kayu beserta funsinya .

Bagian – bagian kayu dan fungsinya :

Fungsi-Bagian-Kayu-Bahan-Bangunan
Kulit Kayu

Terdapat pada bagian terluar batang pohon. Terdiri dari dua bagian :
Kulit bagian luar yang mati, mempunyai ketebalan yang bervariasi menurut Janis pohon, kering dan berwarna tua.

Kulit bagian dalam bersifat hidup dan tipis yang bertugas mengangkut getah yang dirubah oleh daun ke bagian pohon yang tumbuh.Selain itu kulit juga berfungsi sebagai pelindung bagian-bagian terdalam terhadap pengaruh luar yang merusak seperti iklim, serangga, hama dan kebakaran.

Kambium Kayu

Merupakan jaringan yang lapisannya tipis dan bening semacam lender yang terdapat diantara kulit dan kayu, melingkari kayu, ke arah luar membentuk kulit baru menggantikan kulit lama yang telah rusak, ke dalam membentuk kayu baru. Dengan adanya cambium, pohon tumbuh besar.

Kayu gubal

Bagian kayu yang masih muda terdiri dari sel-sel yang masih hidup, terletak di sebelah dalam kambium yang berfungsi sebagai penyalur cairan dan tempat penimbunan zat-zat makanan. Tebal kayu gubal 1 – 20 cm.

Kayu teras

Merupakan jaringan sel yang membentuk kayu keras, yaitu bagian batang yang fungsinya untuk memperkuat batang kayu agar tegar berdiri. Bagian ini merupakan susunan sel kayu yang telah menua, memadat/mengeras, lebih keras daripada sel-sel kayu yang terdapat pada lapisan kayu gubal. Warnanya lebih tua dari kayu gubal. Bagian ini merupakan bagian terpenting dari kayu sebagai bahan konstruksi bangunan.

Hati kayu (pitch)

Merupakan bagian kayu yang terletak pada pusat lingkaran tahun. Biasanya digunakan untuk menentukan jenis suatu pohon. Pada umumnya bersifat rapuh atau lunak untuk beberapa jenis kayu, dan ada yang bersifat keras.

Lingkaran tahun Kayu

Yaitu batas antara kayu yang terbentuk pada permulaan dan pada akhir suatu musim. Melalui lingkaran tahun ini dapat diketahui umur suatu pohon.

Jari-jari Kayu

Sel-sel kayu yang berarah tegak lurus batang mengarah dari kulit ke hati (arah radial) berfungsi sebagai tempat saluran makanan yang mudah diproses di daun untuk pertumbuhan pohon.

Cara Membuat Bangunan Rumah Go Green

Membuat bangunan yang go green merupakan suatu kewajiban bagi setiap pribadi yang berkecimpung dibidang konstruksi seperti sarjana teknik sipil,arsitek maupun tukang bangunan. hari ini bisa jadi kita masih menikmati indahnya bumi yang hijau namun apakah kita hendak mewariskan kerusakan kepada anak cucu kita dimasa depan dengan bumi yang tidak lagi hijau sebagai akibat dari proses pembangunan tanpa memperhatikan lingkungan. mengenai apa itu bangunan go green disini ada rekan kita yang memberikan ide bagus dan patut dilaksanakan.

Cara-Membuat-Bangunan-Rumah-Go-Green

INGIN MEMBUAT BANGUNAN YANG GO GREEN.

1. Hemat energi / Conserving energy : Pengoperasian bangunan harus meminimalkan penggunaan bahan bakar atau energi listrik ( sebisa mungkin memaksimalkan energi alam sekitar lokasi bangunan ).

2. Memperhatikan kondisi iklim / Working with climate : Mendisain bagunan harus berdasarkan iklim yang berlaku di lokasi tapak kita, dan sumber energi yang ada.

3. Minimizing new resources : mendisain dengan mengoptimalkan kebutuhan sumberdaya alam yang baru, agar sumberdaya tersebut tidak habis dan dapat digunakan di masa mendatang.

4. Penggunaan material bangunan yang tidak berbahaya bagi ekosistem dan sumber daya alam.

5. Tidak berdampak negative bagi kesehatan dan kenyamanan penghuni bangunan tersebut / Respect for site : Bangunan yang akan dibangun, nantinya jangan sampai merusak kondisi tapak aslinya, sehingga jika nanti bangunan itu sudah tidak terpakai, tapak aslinya masih ada dan tidak berubah.( tidak merusak lingkungan yang ada ).

6. Merespon keadaan tapak dari bangunan / Respect for user : Dalam merancang bangunan harus memperhatikan semua pengguna bangunan dan memenuhi semua kebutuhannya.

7. Menetapkan seluruh prinsip – prinsip green architecture secara keseluruhan / Holism : Ketentuan diatas tidak baku, artinya dapat kita pergunakan sesuai kebutuhan bangunan kita.

Melihat ide diatas lalu bagaimana kondisi bangunan disekitar kita dimulai dari yang terkecil yaitu lingkungan rumah tinggal, apabila belum masuk kriteria green building maka sebaiknya kita mulai menghijaukan bangunan tersebut, misalnya dengan memperbanyak penanaman tanaman hijau disetiap sudut bangunan meskipun pada lahan sempit sekalipun,

Tips Mempersiapkan Rumah Di Musim Hujan

Seringkali kita direpotkan dengan masalah-masalah yang timbul saat musim hujan tiba. Tidak hanya masalah kesehatan yang rentan penyakit seperti flu, batuk pilek, demam berdarah, diare, dll, namun juga dampak hujan terhadap rumah. Untuk itu, ketika kita mulai membangun sebuah rumah, konsep rumah yang dirancang harus memikirkan solusi ketika musim hujan tiba. Berikut ini tips mempersiapkan rumah menghadapi musim hujan sehingga saat musim hujan tiba tidak perlu kerepotan lagi.
Tips-Mempersiapkan-Rumah-Di-Musim-Hujan

ATAP
Masalah kebocoran pada atap adalah hal yang paling sering dijumpai pada rumah-rumah pada musim hujan. Untuk itu tidak ada salahnya jika rutin 3 bulan sekali melakukan pemeriksaan pada atap rumah, apakah ada retak-retak, perlukah genteng yang lama diganti, atau adakah kayu pada atap yang mulai lapuk. Perhatikan juga daerah bubungan atap karena plester semen pada bagian tersebut mudah bocor.

Jika terdapat retak rambut pada atap, berikan kawat kasa dan lapisi dengan waterproof. Untuk retak besar, perlu dibobok dan diplester kembali.

Sangat disarankan untuk menggunakan alumunium foil (1- 2 mili) sebagai pelapis antara plafon dan genteng. Aluminium foil tersebut berfungsi untuk mengurangi penyerapan panas, menghindari tampias jika ada ketidaksempurnaan dalam pemasangan genteng, sehingga air yang masuk dari genteng akan turun ke plank dan tak masuk ke dalam rumah.

Plafon yang dibiarkan lembab gara-gara rembesan air, lama-lama bisa lapuk dan rubuh. Selain merusak estetika dan membahayakan, biaya perbaikannya pun jadi lebih mahal.

Untuk atap asbes, pemasangan paku baut harus dilapisi karet, lalu dipelingkut di area pakunya baru kemudian di bor agar saat hujan air tidak merembes melalui celah lubah paku.

DINDING
Saat musim hujan, biasanya dinding rumah menjadi lembab dan terdapat rembesan dari atap rumah. Namun jika atap rumah sudah terlebih dahulu diperbaiki dan diberi waterproof, maka kemungkinan besar rembesan air hujan tidak akan masuk.

Untuk dinding outdoor, sebaiknya gunakan pelapisan weathershield sebagai pelindung terhadap jamur agar dinding tak bernoda hitam. Namun jika terlanjur berjamur, dinding perlu dikerok dahulu, kemudian dicat kembali dan diberi waterproof.

Dinding yang retak juga harus dibobok, kemudian diplester ulang dan lapisi dengan waterproof.
Dinding luar yang menggunakan batu alam perlu perhatian ekstra karena mempunyai resiko berlumut dan berjamur lebih tinggi dibandingkan dengan dinding yang dicat. Untuk itu lapisi batu alam dengan vernis dan precoat setiap 6 bulan sekali agar kondisinya selalu terjaga. Jika berlumut atau berjamur, terpaksa harus di kikis dengan gerinda dan dapat merusak tektur batu.

Jika ada parapet di dinding, berikan kemiringan pada parapet agar air hujan tidak mengikis parapet secara langsung.

LANTAI
Lantai dalam rumah sebaiknya lebih tinggi daripada teras dan usahakan jangan menggunakan lantai materi indoor untuk ruangan outdoor. Tampiasan air hujan yang jatuh ke lantai teras dapat diakali dengan membuat overstek.
Agar air hujan tidak masuk kedalam rumah saat musim hujan, level ketinggian rumah harus lebih tinggi dari level jalan.

LAMPU OUTDOOR
Lampu outdoor pun juga perlu diperhatikan. Apakah kabel tetap terbungkus rapi atau tidak? Karena bila ada kabel yang terkelupas apalagi telanjang akan sangat membahayakan. Selain dapat terjadi arus pendek, kabel yang terendam air dengan kondisi terkelupas dan telanjang bisa menghantarkan listrik dan akibatnya menyetrum orang yang kontak langsung dengan air tersebut. Sebaiknya gunakan aliran DC untuk lampu taman atau luar rumah agar lebih aman karena tak menghantar listrik.

SALURAN RIOL KOTA DAN SEPTIK TANK
Bersihkan parit dan saluran air dari kotoran secara rutin agar tidak tersumbat akibat kotoran dan sampah dan menggenang. Saluran riol rumah yang menuju ke parit, sebaiknya diberi kemiringan untuk mencegah tergenangnya air.

Pasangkan kasa di mulut riol untuk mencegah masuknya tikus.
Untuk menghindari macetnya saluran pembuangan air pada kamar mandi, bagilah daerah-daerah yang kadar air tanahnya memang tinggi dan buat ruang rembesan air yang lebih besar. Lebih baik lagi jika lahan tanah tempat tinggalnya tinggi karena air dapat langsung merembes ke tanah. Tapi jika lahan termasuk daerah banjir dan kadar air dalam tanahnya tinggi, sebaiknya perlu dibuat lebih dari satu daerah rembesan sedalam 3-4 meter.

Cara Pemasangan Wallpaper Dinding

Seiring dengan perkembangan seputar interior design, wallpaper dinding memang sangat banyak diminati sebagai alternatif pengganti cat untuk menghiasi ruangan anda, selain warna dan motif nya banyak yang menarik, wallpaper dinding juga mampu memberikan nuansa yang berbeda pada ruangan anda, wallpaper dapat digunakan pada ruangan seperti kamar maupun ruang tamu anda, ruang anda akan berkesan lebih lux, unik, artistik, dan comfortable. Hanya saja jangan gunakan wallpaper anda pada ruangan seperti dapur dan kamar mandi, anda pasti tahu sendiri alasannya kenapa. 

Pemasangan-Wallpaper-Dinding

Bahan dasar wallpaper adalah kertas, jenis kertas yang digunakan adalah jenis kertas dengan kualitas tinggi, kebanyakan berbahan timbul di setiap motif nya. Ada banyak jenis macam dan motif pada wallpaper, biasanya motif dapat mempengaruhi harga, ketebalan wallpaper pun berbeda tentu saja hal itu pun berpengaruh terhadap harga wallpaper, apabila ingin melakukan pemasangan wallpaper disarankan agar lebih memilih wallpaper yang agak tebal dengan motif sesuai dengan selera. Demi kepuasan anda pada hasil dari pemasangan.

Sebenarnya proses pemasangan wallpaper ini cukup mudah anda dapat menerapkan nya sendiri dirumah anda dengan sedikit dibantu oleh teman atau kerabat dekat dirumah. proses pemasangan wallpaper cukup membutuhkan sedikit ketelitian dan kesabaran. namun ada beberapa hal terlebih dahulu sebelum melakukan pemasangan wallpaper.

1. Pastikan terlebih dahulu bahwa ruangan yang akan dipasang wallpaper bersifat permanen dengan jangka waktu cukup lama, karena sangat sayang apabila telah dipasang setahun kemudian anda akan melakukan pembongkaran pada ruangan tersebut.

2. Sesuaikan warna dan motif wallpaper dengan barang" interior dalam ruangan tersebut, jangan lupa sesuaikan juga dengan selera anda. :)

3. Untuk ruangan yang sempit, disarankan untuk memilih wallpaper dengan motif berbentuk horizontal dan minimalis, usahakan pilih warna dasar putih, karena warna putih akan memberikan kesan luas pada ruangan anda.

4. Pastikan permukaan dinding rata, jangan ada tonjolan, apabila ada tonjolan kerik terlebih dahulu dengan menggunakan kape gagang. Apabila ada lubang namun lubang tersebut tidak terlalu besar (seperti lubang bekas paku) hal itu tidak menjadi masalah, tetapi apabila ada lubang yang besar pada dinding maka, tutup terlebih dahulu lubang tersebut (bisa menggunakan compound atau semen putih).

5. Pastikan juga dinding tersebut tidak ada rembesan akibat air hujan yang meresap melalui dinding luar, jika memang demikian lapisi dinding bagian luar terlebih dahulu dengan menggunakan waterproof

Setelah semua persyaratan terpenuhi maka kita masuk dalam tahap pengerjaan wallpaper.

Alat Pemasangan Wallpaper Dinding

1. Alat Marking (Penggaris / Lot)
2. Pisau Cutter
3. Ember
4. Meteran
5. Pulpen
6. Kape Plastik
7. Busa

Bahan Pemasangan Wallpaper Dinding

1. Wallpaper
2. Lem Wallpaper
3. Lem Putih
4. Kuas & Roll Cat

Tahap Pengerjaan Pemasangan Wallpaper Dinding

1. Ukur terlebih dahulu tinggi dinding yang akan dipasang wallpaper.

2. Tahap pemotongan. Sebelum melakukan tahap ini anda harus terlebih dahulu memahami kriteria wallpaper. wallpaper umum nya diproduksi per roll, untuk 1 roll wallpaper dapat digunakan untuk luas 5m persegi karena ukuran 1 roll wallpaper umum nya adalah 0,6 x 9,5 meter. Oleh karena itu apabila tinggi ruangan anda berkisar 3m, 1 roll wallpaper dapat dipotong menjadi 3 bagian. Untuk cara pemotongannya menggunakan pisau cutter, untuk potongan pertama ukuran nya dilebihkan sedikit dari tinggi dinding. Misalkan tinggi dinding 3m maka ukuran untuk panjang wallpaper yang dipotong adalah 3,1m. Potongan pertama ini akan menjadi acuan untuk potongan kedua dan seterusnya, mengenai ukuran potongan kedua dan seterusnya biasanya tidak pasti disesuaikan dengan motif pada ukuran potongan pertama. Untuk potongan kedua dan seterusnya samakan terlebih dahulu motif dengan potongan wallpaper pertama, ingat untuk ukuran panjangnya tidak boleh lebih pendek dari potongn pertama, harus lebih panjang.

3. setelah wallpaper dipotong, baluti bagian belakang wallpaper dengan lem wallpaper. lem wallpaper ini berupa serbuk seperti terigu, untuk pengencerannya menggunakan air (cara penggunaan lem tertera pada kemasan). Untuk menghasilkan lem yang lebih kuat berikan tambahan lem kayu putih biasanya digunakan merk fox. untuk cara pelumasannya agar lebih cepat gunakan roll kuas untuk cat. pastikan seluruh bagian wallpaper terbalut lem, jika tidak akan mengakibatkan gelembung pada saat pemasangan.

4. Setelah proses pengeleman selesai wallpaper siap dipasang. pemasangan dimulai dari bagian sudut dinding, pada langkah pemasangan pertama lot terlebih dahulu, marking dengan menggunakan pulpen agar wallpaper terpasang lurus. selanjutnya tinggal mengikuti motif pada wallpaper yang terpasang. Pada saat pemasangan pastikan tidak ada gelembung pada bagian tengah wallpaper, Gelembung dapat diratakan dengan menggunakan kape plastik. Untuk pasangan selanjutnya samakan alur dan motif pada wallpaper yang telah terpasang sebelumnya, ingat!! pastikan benar" rapat dan tidak ada celah pada tiap sambungan wallpaper. Jangan lupa untuk memotong wallpaper yang lebih pada bagian atas dan bawah dinding. Setiap lembar proses pemasangan lakukan pembersihan dengan mengusap wallpaper menggunakan spoon atau busa yang di basahi dengan air bersih. ulangi proses tersebut hingga semua bidang yang dinginkan tertutup wallpaper.

5. Bersihkan hasil dari potongan" wallpaper yang tidak digunakan. pastikan juga untuk mengepel lantai, agar tidak ada sisa" lem yang menempel di lantai. Karena lem bersifat sangat licin, tentu saja dapat membahayakan anda dan keluarga anda. :)


Informasi Tambahan

1. Untuk mendapat hasil yang lebih elegan dan unik pada ruangan anda, gunakan 2 wallpaper dengan motif yang berbeda pada dinding anda. misalkan bagian atas dan bawah menggunakan wallpaper yang berbeda, dan ditengah nya dipasangkan list atau border dengan warna dan motif yang sesuai dengan kedua wallpaper tersebut.

2. Wallpaper bersifat agak elastis, jangan terlalu menarik wallpaper pada saat proses pemasangan karena pada saat kering bisa saja menimbulkan celah pada setiap sambungan wallpaper.

3. Apabila dalam jangka waktu 1 tahun terjadi pemuaian karena panas, sehingga sambungan kembali terbuka dapat anda perbaiki kembali dengan menggunakan lem putih, biasanya hal ini terjadi karena lem yang digunakan kurang kuat, oleh karena itu pastikan lem wallpaper dicampur dengan lem putih agar lem menjadi kuat,

4. Apabila wallpaper terkena kotoran, segera bersihkan dengan menggunakan busa basah.

Cara Melakukan Finishing Cat Melamine Pada Kayu

Pengejaan Cat Melamine adalah. Metode penyemprotan dengan cairan,melamine sebagai finishing akhir pada permukaan furniture,dapat berupa doff atau glossy,warna dapat bervariasi ,dengan warna-warna kayu natural,karna finishing sistem melamine dalam interior design di gunakan untuk furnitur yang ingin menampilkan kesan natural pada serat kayu.

Cara-Melakukan-Finishing-Cat-Melamine-Kayu

Untuk proses cat melamine ini biasanya tidak sesulit cat duco karena sifat dempul pada cat melamine tidak sekeras pada cat duco sehingga proses pengamplasan relative lebih mudah dari proses cat duco.

BAHAN

1. kain bal
2. amplas no 150, 180, 400, 1000
3. dempul atauwood filler (sesuaikan dengan warna cat yang akan digunakan)
3. Sending sealer
4. warna
5. Clear gloss / semi gloss / doff (with hardener)
6. Thiner / pengencer cat (disarankan menggunakan high gloss agar hasil maksimal)
7. Lakban kertas (jika dibutuhkan)
8. Koran bekas jika dibutuhkan

ALAT

1. Kape atau scrap
2. kompresor
3. Spray Gun
4. Selang Kompresor

Tahap Pengerjaan

1. Bungkus terlebih dahulu komponen" pendukung pada furniture seperti handle, kaca, engsel dll dengan menggunakan lakban kertas dan koran agar tidak terkena cat pada saat proses, sebab akan sulit untuk membersihkan nya.

2. Haluskan permukaan kayu terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 180 atau 150 lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu jangan berlawanan, amplas seluruh permukaan kayu hingga serat" kayu yang kasar menjadi halus (raba dengan tangan), setelah itu bersihkan permukaan kayu dari debu dan kotoran hasil pengamplasan dengan menggunakan kain bal.

3. Baluti permukaan kayu yang akan diproses dengan menggunakan dempul atau wood filler, agar serat dan pori-pori pada kayu tertutup, pengaplikasiaanya dapat menggunakan Kape atau Scrap, setelah di baluti amplas dengan menggunakan amplas no 180 hingga serat kayu terlihat kembali, ingat lakukan pengamplasan searah dengan arah serat kayu.

4. Proses sending sealer, proses ini bertujuan untuk menguatkan permukaan cat melamine, sending sealer bisa menggunakan hardener ataupun tidak, hanya saja jika menggunakan hardener proses pengeringan akan lebih cepat. Sebelumnya saya akan membahas untuk proses pewarnaan, biasanya perwanaan dilakukan lebih dahulu sebelum proses sending, biasanya bisa diaplikasikan dengan menggunakan kuas kemudian diratakan menggunakan kain bal atau disemprot, hanya saja bila teknik pewarnaan dengan menggunakan kuas dan teknik pekerjaan tidak benar maka hasil dari warna pengecatan bisa saja menjadi belang dan tidak rata, sedangkan apabila proses warna dilakukan dengan disemprot akan menghabiskan banyak bahan untuk warna. Disini saya menyarankan untuk proses warna dilakukan berbarengan dengan proses sending, dengan perbandingan campuran sending dan warna adalah 4 : 1, cara pengaplikasiannya bisa dilakukan dengan di semprot, setelah itu tunggu hingga kering kemudian amplas dengan menggunakan amplas no 40, ulangi proses ini sekali lagi.

5. Clear, pada proses ini sama seperti proses sending, yaitu dengan menggunakan campuran warna dengan prbandingan 4 : 1, lakukan proses ini 2 kali, sebelum melakukan proses akhir pada clear amplas terlebih dahulu dengan menggunakan amplas no 1000, jangan lupa untuk membersihkan permukaan kayu sebelum memulai setiap proses.

Demikian proses yang dibutuhkan untuk Cara Melakukan Finishing Cat Melamine Pada Kayu anda, semoga informasi tersebut dapat membantu pembaca dalam melakukan pekerjaan finishing cat.

Jenis Kerusakan / Cacat Kayu Bahan Bangunan

Berbagai  jenis cacat pada kayu dapat mempengaruhi perlemahan sebuah bangunan yang menggunakan konstruksi kayu karena dengan adanya cacat kayu maka terjadi penurunan kekutana kayu.

Bagi produsen kayu, cacat kayu merupakan kerugian yang dapat menyebabkan penurunan harga kayu, meskipun demikian sebaiknya produsen tetap melindungi hak konsumen dengan membritahukan cacat kayu tersebut, mengingat resiko keruntuhan bangunan yang mengerikan dapat terjadi karena cacat kayu yang tidak diantisipasi sebelumnya.

Kerusakan-Cacat-Kayu-Bahan-Bangunan

Jenis – jenis cacat pada kayu antara lain:

Cacat mata kayu

Pengaruh mata kayu, yaitu mengurangi sifat keteguhan kayu, menyulitkan pengerjaan karena penampang mata kayu keras (pada mata kayu sehat), mengurangi keindahan permukaan kayu dan menyebabkan lubangnya lembaran-lembaran finir.

Pecah dan belah

Cacat ini mengakibatkan keteguhan tarik dan keteguhan tekan kayu berkurang yang disebabkan karena distribusi tegangan tidak merata pada saat kayu menahan beban, Kuat geser kayu turun yang disebabkan karena adanya pengurangan luas daerah yang menahan geseran.

Pecah busur dan pecah gelang

Pengaruhnya dapat menyebabkan kuat tekan, kuat tarik dan kuat geser kayu menurun.

Hati kayu rapuh


Cacat ini biasanya terjadi pada kayu berdaun lebar yang menyebabkan kekuatan kayu turun dan menyulitkan pada saat proses pembuatan finir.

Jamur penyerang kayu

Cacat ini menyebabkan kayu rapuh sehingga kekuatannya turun kemudian patah secara mendadak bila diberi beban

Serangga Perusak kayu

Cacatnya berupa lubang pada kayu yang menyebabkan kekuatan kayu turun dan mengurangi keindahan permukaan kayu.

Lubang gerek dan lubang cacing laut


Lubang yang disebabkan oleh serangga penggerek atau cacing laut. Pada umumnya menyerang kayu yang baru ditebang dan pada pohon yang masih tegak berdiri.

kayu – kayu yang cacat masih dapat digunakan pada posisi bangunan yang tidak struktural seperti kusen jendela maupun pintu dengan finishing cat.

untuk posisi struktural seperti tiang rumah, kuda – kuda, balok harus menggunakan kayu yang mempunyai kekuatan lebih dari beban yang akan ditaruh diatasnya.

Teknik Pemasangan Kusen Pintu

Pemasangan kusen pintu bervariasi, tergantung teknik dan pengalaman masing-masing tukang. Mungkin ada kesamaan dengan kusen jendela, namun juga ada perbedaannya. Ada beberapa teknik umum yang biasa didapati di berbagai rumah tinggal tentang pemasangan kusen pintu. Mungkin Anda juga mengenal kusen UPVC. Berikut beberapa teknik pemasangan kusen pintu:

Teknik Pemasangan Kusen Pintu

1. Kusen pintu dengan sepatu ialah teknik pemasangan kusen pintu yang mana kedua ujung kaki kusen tidak menyentuh keramik/lantai alias dibuatkan sepatu berupa lapisan bata atau campuran semen/beton setinggi 5-10 sentimeter dari level lantai, setelah terlebih dahulu ditancapkan besi atau paku di bagian bawah untuk penguat. Mungkin kalau kusen jendela sedikit berbeda.

Tujuan pembuatan sepatu ialah supaya kusen pintu (khususnya kamar mandi) tidak cepat rusak akibat terkena air sewaktu mengepel dan mencuci lantai. Ini adalah cara lama yang tidak artistik dan mengurangi nilai keindahan kusen itu sendiri. Kalau pintu UPVC memiliki perbedaan dengan jendela UPVC karena posisi jendela agak lebih tinggi.

2. Kusen pintu terjepit, yaitu teknik pemasangan dengan kedua kaki kusen yang tertanam di lantai sedalam beberapa sentimeter dan mendapat jepitan dari ubin (keramik) lantai yang terpasang di sekelilingnya. Cara ini yang lebih mementingkan keindahan dan banyak dipergunakan saat ini. Misalnya saja pintu UPVC, dsb

3. Kusen pintu sistem fischer merupakan teknik yang praktis. Teknik ini mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi dan sangat akurat ukuran dan sudut siku-sikunya. Untuk teknik pemasangan ini, ketebalan kusen bukan masalah; sebaliknya kusen pintu yang tebal justru mengurangi keindahan. Beberapa kusen UPVC termasuk jendela UPVC bisa dijadikan sebagai bentuk kusen keindahan.

Selain teknis pemasangan, kini kusen pintu dapat tampil lebih kreatif dengan tempelan lis profil yang berukiran manis dan menawan. Cukup dengan mengoleskan lem kayu pada kusen atau lis profil serta diperkuat dengan paku kecil, jadilah kusen pintu yang artistik.

Cara Memasang Kusen Pintu Jendela Aluminium

Kusen aluminium akhir-akhir ini banyak diminati masyarakat sebagai pengganti pintu kayu yang sebelumnya telah populer, tampilan yang indah,mudah didapat serta anti rayap merupakan alasan terbesar sehingga memutuskan untuk menggunakan jenis bahan bangunan logam ini. ya.. apapun alasanya, disini kita akan mencoba menguraikan cara memasang kusen pintu atau jendela aluminium sehingga bisa menghasilkan kualitas terbaik.

pintu jendela aluminium

Bahan dan Alat untuk memasang kusen aluminium

Sebelumnya kita siapkan bahan-bahan yang akan dipakai yaitu

- Sealent , semen atau mortar
- Rangkaian pintu atau jendela yang sudah siap pasang, misalnya terdiri dari kusen, daun pintu serta kaca.
- Fischer
- Skrup
- Isolasi plastik atau kertas.
- Kusen alumunium yang mau dipasang.

Setelah bahan bangunan sudah tersedia maka bisa kita lanjutkan dengan menyiapkan peralatan pemasangan yaitu

- Obeng
- Bor tembok.
- Baji kayu atau karet.

Metode pemasangan kusen aluminium

1. Pada saat pemasangan dinding entah itu batu bata atau gypsum maka harus kita persiapkan lobang kusen agar tidak perlu melakukan pembongkaran, ukuran lobang disesuaikan dengan ukuran kusen ditambah 1 cm untuk tempat sealent.
2. Lalu kita masukan kusen kedalam lobang, mengatur agar posisinya pas dengan menggunakan alat beji, setelah posisi pas maka kita stel kelurusan kusen dengan dinding, ketegakan dan kedataran sampai benar-benar bagus.
3. Kita buat lobang untuk tempat skrup pada dinding melalui lobang kusen dengan menggunakan alat bor, kemudian kita masukan fischer kedalam lobang bor yang telah kita buat. lalu kita ambil obeng untuk mengencangkan fischer.
4. Kita siapkan daun pintu atau jendela yang sudah dirangkai penuh, misalnya sudah terpasang kaca dengan sempurna.
5. Daun pintu atau jendela tersebut kita masukan ke lobang kusen, kemudian kita pasang semua aksesorisnya seperti engsel, roda, rel, hendle, door closer dan yang lainya.
6. Kemudian kita lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/ semen dan sealent. pengisian dilakukan sampai tertutup semua celah antara dinding dan kusen.
7. Selama proses pelaksanaan pembangunan berlangsung maka rawan terjadi goresan atau benturan sehingga terjadi kerusakan kusen. oleh karena itu kita buat pelindung dengan bahan isolaso plastik atau kertas.

Perbandingan Rangka Atap Kayu dan Baja Ringan

Artikel kali ini membahas tentang perbandingan kayu dan baja ringan, Bangunan yang berkelanjutan adalah bangunan yang memakai metode dan bahan bangunan yang sangat memprioritaskan kualitas lingkungan, vitalitas ekonomi dan keuntungan sosial melalui perencanaan pembangunan, operasional bangunan, perawatan dan dekonstruksi lingkungan binaan tersebut. Bangunan yang berkelanjutan menekankan pada lingkungan, ekonomi dan pengaruh sosial pada proyek pembangunan sebagai suatu integrasi yang utuh dan bukan memandang salah satu faktor sebagai individu yang berlainan.

Kriteria umum dari konsep ini sangat mempertimbangkan pengaruh pada lingkungan, kadar keracunan yang diakibatkan dari pemakaian bahan tersebut, umur pemakaian bahan dan biaya yang dibutuhkan. Sehingga diperlukan analisis yang matang untuk menentukan dengan tepat apakah material itu cukup “berkelanjutan” dengan analogi parameter yang cukup sederhana yaitu pengaruh ke lingkungan dari bahan itu, dari pengambilan pertama dari alam sampai pemakaian di bangunan dan pemakaian ulang bahan selanjutnya.

Rangka Atap Kayu

Kayu adalah bagian keras Tanaman yang digolongkan kepada Pohon dan Semak belukar. Kayu digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, membuat perabot (meja, kursi), bahan bangunan (pintu, jendela, rangka atap), bahan kertas, dan banyak lagi. Kayu juga dapat dimanfaatkan sebagai hiasan-hiasan rumah tangga dan sebagainya.

Rangka Atap Kayu

Berdasarkan asumsi bahwa penggunaan kayu untuk material kontruksi untuk satu bangunan dengan ukuran 7 x 8 m, membutuhkan kurang lebih 7 pohon atau setara dengan 1,2 meter kubik, apabila dicermati untuk sebuah program pembangunan satu kabupaten misalkan rehab sekolah dasar dengan rata-rata ruang kelas ukuran 7×8 m dengan asumsi jumlah rehab 200 lokal per kabupaten itu artinya jumlah pohon yang harus ditebang sebanyak 1400 pohon atau 240 meter kubik, dapat dibayangkan berapa juta pohon setiap tahun harus ditebang untuk mencukupi kebutuhan kayu demi program yang sama di negeri ini.

Rangka Atap Baja Ringan

Bahan dasar baja ringan adalah Carbon Steel, Carbon Steel adalah baja yang terdiri dari elemen-elemen yang prosentase maksimum selain bajanya sebagai berikut: 1.70% Carbon, 1.65% Manganese, 0.60% Silicon, 0.60% Copper. Carbon adalah unsur kimia dengan nomor atom 6, tingkat oksidasi 4.2 dan Mangan adalah unsur kimia dengan nomor atom 25, tingkat oksidasi 7.6423. Carbon dan Manganese adalah bahan pokok untuk meninggikan tegangan (strength) dari baja murni. Penambahan prosentase Carbon akan mempertinggi Yield Stress tetapi akan mengurangi daktilitas.

Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan yang diproduksi di Indonesia menggunakan bahan dasar baja dengan kekuatan G-550 Mpa atau setara dengan 5500 Megapascal sesuai standar AISI (American Iron and Steell Institute). Adapun coating (pelapis/pelindung) baja ringan dari karat yang beredar adalah zinc/galvanis, zincalume, dan zincalume dengan penambahan magnesium. Lapisan coating ini melindungi bahan dasar baja ringan dari karat.

Perbandingan Rangka Atap Kayu dan Baja Ringan

Secara sederhana dalam konteks lingkungan, dampak dan proses reduksinya bisa dibandingkan sebagai berikut:

Kayu   
- Tidak mengalami perubahan dan dapat dikembalikan kepada alam (tereduksi cepat) Terdegradasi secara biologis (Recyclable)
- Tidak mencemari lingkungan   
- Tersedia di lokasi, ketersediaannya memadai jika regulasi pembalakan dilaksanakan dengan baik   

Baja Ringan
- Mengalami perubahan dan proses reduksinya lama Terdegradasi secara fisik (Non-recyclable)
- Limbah B3 berpotensi Mencemari lingkungan.
- Harus mendatangkan dari luar, proses produksinya melalui beberapa tahap.

Dari tabel ini bisa dilihat bagaimana kayu dan baja ringan memiliki beberapa kondisi yang sangat bertolak belakang dalam kriteria bahan bangunan ramah lingkungan. Kayu misalnya, berdasarkan kriteria bahan yang mudah tereduksi sehingga masa kembali terurai di alam, Kayu memiliki waktu yang sangat cepat tereduksi di bandingkan baja ringan. Dengan demikian kayu lebih ramah lingkungan di bandingkan dengan baja ringan.

Kelemahan kayu ketika proses pasca konstruksi adalah tidak awet, ada kecenderungan waktu pasca konstruksi lebih cepat rusak dibandingkan dengan baja ringan. Tetapi ketersediaan kayu bisa menjadi alternatif untuk mengganti sementara baja ringan, ketersediaannya terbatas karena masuk kategori sumber daya alam tidak terbaharui.

Sekilas tampak bahwa penggunaan kayu itu tidak ramah lingkungan karena berpotensi merusak hutan, tetapi jika dikaji lebih dalam proses penambangan baja dari bijih besi membutuhkan proses yang panjang dan energi yang banyak. Selain itu ketersediaan bahan dari bijih besi terbatas. Sementara kayu, dapat diperbaharui dengan melakukan reboisasi dalam jangka waktu tertentu.

Kekurangan dan Kelebihan Rangka Atap Baja Ringan

Sejak dulu, penggunaan kayu sebagai rangka atap memang sangat lazim digunakan, apalagi di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis kayu dengan kualitas dan harga yang berbeda-beda. Namun, untuk sekarang ini sudah ada alternatif pengganti kayu yang bisa digunakan sebagai penutup atau rangka atap, yaitu baja ringan adalah salah satunya.

Setiap bahan konstruksi yang digunakan dalam membangun rumah anda pasti mempunyai kelebihan dan kekurangannya baik dari kekuatan, keindahan bentuk atau yang lainnya. Begitu juga dalam penggunaan rangka atap baja.

Rangka Atap Baja Ringan

Konstruksi baja ringan sudah diuji coba melalui penelitian yang dilakukan oleh para ahli selama bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian yang berhubungan dengan keselamatan manusia.

Jika kita perbandingkan dengan struktur rangka atap dengan bahan dasar kayu, maka penggunaan rangka atap baja ringan akan mempunyai perbandingan yang berbeda dari cara pandang setiap penggunanya.  Mungkin bisa dikatakan tergantung akan lokasi dan biaya produksi untuk mendatangkan material tersebut.

Kelemahan atap baja ringan dibandingkan dengan konstruksi atap kayu seperti dalam hal suhu yang cenderung menyerap panas lebih banyak dibandingkan dengan kayu. Hal itu juga bergantung terhadap lokasi rumah, yaitu pada daerah iklim tropis atau bukan tropis.

Selain itu, masalah biaya menjadi kekurangan yang lain karena pemasangannya memerlukan keahlian khusus atau tukang yang terlatih sehingga biaya pemasangan rangka atap baja ringan lebih tinggi dibandingkan dengan rangka atap dari material kayu.

Nilai keuntungan dari penggunaan material baja ringan ini ketimbang material kayu yang sering diganggu rayap dan lapuk sehingga memerlukan perawatan dan bahkan penggantian menyeluruh pada jangka waktu tertentu.

Betapa dahsyatnya akibat dari serangan rayap di rumah Anda?. Lemari pakaian akan menjadi hancur dan seluruh pakaian beraroma lembab. Akan parah lagi kalau rayap itu menyerang rangka atap rumah kita yang menahan beban genteng yang demikian berat. Bayangkan jika ratusan keping genteng tersebut ambruk ke bawah menimpa seisi rumah hanya karena ulah rayap.

Solusinya adalah rangka atap baja ringan atau light steel frame. Material rangka atap ini terbuat dari bahan dasar baja dengan campuran zinc dan aluminium atau zinc-alum. Material ini sudah diproduksi secara masal di Indonesia.

Rangka baja ini terdiri dari lempengan-lempengan panjang dengan profil yang bervariasi bentuk dan ukurannya sesuai fungsi masing-masing struktur rangka atap. Untuk kuda-kuda atau rangka utama dan gording, profil baja ringan ini biasanya berbentuk “I” atau “U” terbalik dan memiliki ukuran yang lebih besar.

Sedangkan reng untuk pengikat kuda-kuda dan gording yang posisinya melintang di atas kuda-kuda dan gording, serta mengikat kuda-kuda dan gording tersebut hingga membentuk suatu kerangka yang kokoh. Lempengan reng adalah profil yang paling kecil bentuk dan ukurannya. Fungsinya sebagai penahan genteng atau jenis atap lainnya dan sebagai pengatur jarak setiap baris genteng agar lebih rapi dan lebih pas perletakannya.

Kelebihan dari material rangka atap ini ialah bobot beratnya yang demikian ringan dibandingkan dengan material rangka atap lainnya. Dengan daya tahan terhadap tekanan dan tarikan yang lebih unggul daripada material rangka kayu serta bobot materialnya sendiri yang demikian ringan, rangka atap baja ringan mungkin menjadi pilihan utama para developer dan pemilik rumah di kemudian hari.

Dengan sistem pabrikasi dan perakitan yang begitu efisien dan praktis, rangka atap baja ringan dapat memenuhi tuntutan akan efisiensi waktu dalam penyelesaian suatu gedung.

Rangka atap baja ringan diset sesuai spesifikasi yang tertuang dalam gambar detail mengikuti bentuk dan ukuran yang terinci. Dalam bentuk yang hampir atau telah utuh setelah diikat dan disatukan oleh jepitan sekrup atau sejenisnya, material rangka atap dinaikkan pada posisinya di atas pasangan dinding bata atau balok beton. Setelah berada pada dudukan yang tepat, lalu dilakukan pengikatan  mengikuti prosedur teknis selanjutnya.

Dengan sistem pabrikasi ini, rangka atap baja ringan dapat dikerjakan terlebih dahulu atau bersamaan dengan dimulainya pekerjaan awal pembangunan suatu gedung, sebagai contoh saat dilakukan galian fondasi atau pelaksanaan tiang pancang. Dan ketika pemasangan dinding bata telah mencapai level tertentu yang diinginkan, rangka atap baja ringan siap ditempatkan pada posisinya.

Namun, sistem pabrikasi yang efisien dan praktis tidak berarti lepas dari berbagai kendala atau kekurangan. Meskipun perakitan telah mencapai kesempurnaan dan presisi yang tinggi, problem lain telah menanti.

Masalah yang paling umum ialah tidak adanya presisi pada garis level pasangan dinding bata atau balok beton yang menjadi tempat dudukan kuda-kuda rangka atap baja ringan tersebut. Dengan demikian, diperlukan revisi berupa penambalan, pengganjalan, ataupun pembobolan dan pemangkasan di bagian-bagian yang tidak level.

Sering dijumpai pemuntiran pada bagian rangka atau profil baja tertentu akibat kecerobohan pemasangan, yang sangat fatal adalah kelalaian dalam peletakan posisi profil baja yang berfungsi sebagai reng. Hal itu mengakibatkan kurang rapinya pemasangan genteng pada tahap selanjutnya.

Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memakai material baja ringan produksi suatu pabrik atau industri tertentu sebagai rangka atap.

Setiap produsen memproduksi material ini dengan profil yang berbeda bentuk atau cetakannya. Oleh karena itu, sangat penting untuk memilih material baja ringan yang kuat berdasarkan perhitungan struktur bentuk profilnya.

Hindari jatuhan adukan semen pada profil saat melakukan plesteran dinding atau ketika pemasangan nok genteng. Adukan semen yang jatuh, selain mengganggu kebersihan dan kerapian perangkat kuda-kuda, memiliki daya lekat yang sangat kuat dan dapat, yang mengakibatkan kerusakan pada lapisan coating material baja tersebut.

Lapisan atau coating berfungsi lapisan anti karat sebagai pelindung material baja ringan dari proses korosi atau karat sehingga daya tahan material baja ringan terhadap karat menjadi empat kali lipat daripada baja biasa.

Sangat penting untuk tidak melakukan goresan apa pun terhadap lempengan profil rangka atap baja ringan. Proses karat biasanya akan muncul pada lubang-lubang bekas bor untuk pemasangan sekrup lantaran di bagian ini lapisan coating telah terkelupas.

 Konstruksi baja ringan sudah diuji coba melalui penelitian yang dilakukan oleh para ahli selama bertahun-tahun dan telah lolos uji kekuatan serta lolos pengujian yang berhubungan dengan keselamatan manusia.

Sebagai bahan pertimbangan, berikut ini beberapa kelebihan dan kekurangan dari rangka atap baja ringan yang disarikan dari berbagai sumber :

 Kelebihan atau Keuntungan Baja Ringan

1. Beban yang harus ditanggung oleh struktur dibawahnya, seperti pondasi, dinding, kolom, menjadi lebih rendah. Hal ini dikarenakan bobot yang ringan dari jenis bahan ini.
2. Baja ringan tahan terhadap karat, rayap dan perubahan cuaca dan kelembaban.
3. Bila dibandingkan dengan rangka kayu atau baja konvensional, pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih cepat.
4. Baja ringan bersifat tidak merambatkan atau membesarkan api (non-combustible). Karena dalam baja ringan terdapat sistem proteksi khusus yang disebut fire resistance  yakni rakitan sistem struktur untuk membatasi penyebaran api pada suatu daerah atau kemampuan untuk secara menerus berperan menahan struktur ketika terpapar api.
5. Baja ringan juga tidak memiliki nilai muai susut sebagaimana material kayu.
6. Baja ringan lebih efisien dan ekonomis karena biaya pemeliharaan lebih kecil dan memiliki daya tahan lebih lama karena tidak terkena rayap dan tidak lapuk sehingga masa waktu manfaatnya menjadi lebih lama.

Kekurangan Baja Ringan

1. Sistem struktur rangka baja ringan tersusun rapat, padat dan terlihat ramai, terhubung & terkait satu dengan lainnya, sehingga kurang menarik jika diexpose.
2. Membutuhkan perhitungan yang benar-benar matang, karena sistem strukturnya yang seperti rangka ruang tersebut maka bila ada salah satu bagian struktur yang salah hitung, salah pasang, akan membuat perlemahan sehingga dapat menyebabkan kegagalan total.
3. Rangka atap baja ringan tidak se-fleksibel kayu yang dapat dipotong dan dibentuk berbagai profil.
4. Dibutuhkan keahlian khusus untuk menghitung kebutuhan baja ringan, oleh karena itu tidak semua orang bisa menghitungnya.

Kelebihan dan Kekurangan Pintu Berdasarkan Bahan Bakunya

1. Pintu Aluminium

Pintu jenis ini biasanya dilapisi dengan warna kesukaan anda. Bisa cocok dikebanyakan desain interior kontemporer. Pintu aluminium secara umum dibuat dari bahan kaca yang dibingkai aluminium.

Kelebihan : tidak memerlukan perbaikan atau perawatan cat ulang.

Kekurangan : tidak bisa dilapisi lagi, dipastikan warnanya bila anda membeli.

Kelebihan dan Kekurangan Pintu Berdasarkan Bahan Bakunya
2. Pintu Kayu

Kebanyakan pintu kayu dibuat bukan dari bahan kayu solid alias padat. Beberapa pintu dibuat dengan kepadatan medium fibreboard inti. Ada juga yang dibuat dari bahan polyboard. Pilihan paling ringan adalah pintu yang menggunakan bahan inti honeycomb yang terbuat dari karton.

Kelebihan : sangat cocok untuk rumah yang bergaya klasik, abadi rapi dan elegan, lebih murah gaya, dan kayu stained menciptakan suasana ruangan yang hangat.

Kekurangan : hati-hati memilih pintu berbahan inti honeycomb yang kualitasnya buruk bisa mengurangi kekuatan dan kurang kedap suara, butuh pemeliharaan rutin seperti sering dicat dan divernis.

3. Pintu Louvre

Pintu jenis ini mempunyai irisan-irisan horizontal yang dapat dibuka untuk aliran udara apabila menginginkan privasi dan keamanan.

Kelebihan : tetap ada aliran udara bahkan bila pintu ditutup.

Kekurangan : lebih sulit dibersihkan dan harus memastikan pekerjaan mekaniknya halus dan dapat menghalangi pemandangan.

4. Pintu Flush

Ini adalah pintu paling sederhana dari pintu-pintu yang ada. Ini karena permukaan pintu rata seluruhnya. Pintu flush biasanya digunakan untuk bagian dalam rumah dan dibuat dari fiberglass atau kayu.

Kelebihan : harga lebih murah dan sesuai dengan berbagai keuangan.

Kerugian : permukaan dapat tidak tembus cahaya.dan tanpa dekor, tidak cocok untuk pintu utama.

5. Pintu Rel

Gaya pintu yang lebih tua ini dibuat dari serpihan kayu atau kompresan kayu. Sebutannya tergantung pada komponen-komponennya. Untuk komponen vertikal disebut stiles dan komponen horizontal disebut rel.

Kelebihan : konstruksi padat dapat menghalang suara dan menahan suhu dalam ruangan serta paling cocok untuk desain federasi atau rumah yang country.

Kekurangan : kurang cocok untuk interior desain contenporer serta permukaan padat tidak tembus cahaya.

6. Pintu Swing/Pintu kupu-kupu

Pintu Swing atau lebih sering disebut pintu kupu-kupu adalah jenis paling umum, pintu dapat berputar satu putaran sudut, dan kadang-kadang digunakan sepasang seperti pintu-pintu ditempat minum kecil yang anda dapat temukan didapur.

Kelebihan : engsel lebih mudah dipasang dibanding dengan rel dan lebih mudah untuk dirawat, tidak perlu rel untuk bantalan pintu.

Kekurangan : butuh rungan mengayunkan pintu untuk membuka pintu, mungkin sukar untuk mendapatkan dengan posisi tempat pintu.

7. Pintu Geser

Pintu ini biasanya digunakan untuk menuju taman belakang. Kaca yang besar ventilasi bagus bila dibuka. Dorong yang padat dapat digunakan didalam rumah apabila ruang terbatas dan tidak cukup untuk pintu satu sayap. Sangat bermanfaat didalam kamar mandi. Pintu geser sering disebut pintu kantung karena digeser kedalam kantung dibalik dinding ketika pintu dalam posisi dibuka.

Kelebihan : memerlukan ruangan yang lebih sedikit dibanding dengan pintu satu sayap biasa dan pintu dorong dapat disembunyikan, memberikan satu kesan yang bersih dan rapi.

Kekurangan : harus mempunyai struktur bantalan beban kuat diatas untuk menggantung, dapat dilepas dari rel pengaman dan rel pintu susah untuk dipasang.

Perbandingan Kusen Kayu Dan Kusen Alumunium

Kusen Aluminium

Plus / Kelebihan :

Tahan keropos. Mengurangi kemungkinan dimakan rayap.

Bahan aluminium lebih tahan lama, anti rayap, tidak menyusut seperti kayu, tidak akan mengalami penyusutan dan perubahan bentuk / melengkung akibat perubahan cuaca.

Tampilan kusen aluminium dapat dicat atau dilapis dengan warna kayu bahkan motif kayu sehingga menyerupai kayu.

Perbandingan Kusen Kayu Dan Kusen Alumunium
Desain dapat dibuat sesuai pesanan. Keunggulan kusen aluminium adalah bobotnya yang ringan dan kuat sehingga mudah dipindahkan. Perawatannya yang simpel menjadi daya tarik bagi pembelinya disamping kualitas bahan aluminium.

Ekonomis. Artinya biaya proses pembuatan, pemasangan dan perawatan untuk kusen aluminium lebih murah.

Minus / Kekurangan:

Variasi bentuk terbatas, karena merupakan standart pabrik, hanya terbatas pada bentuk minimalis dan klasik Eropa.

Pemasangan dengan menggunakan sistem fischer. Teknik ini mengandalkan kekuatan sekrup fischer yang diborkan dan ditanam bersama kusen merapat ke tembok sekeliling kusen pintu yang sudah diplester rapi. Untuk teknik pemasangan ini, apabila terjadi kesalahan dalam pemasangannya maka dapat berakibat fatal.

Cara pemasangan kusen aluminium mengandalkan kekuatan sekrup yang dipasangkan melekat pada dinding menjadikannya harus dipasang dengan presisi dan diplester rapi agar tidak terjadi kebocoran dan kesalahan lainnya. Disarankan untuk tidak memilih kusen aluminium yang bermutu rendah, karena dapat mudah memuai saat terjadi perubahan suhu drastis karena kaca yang dibingkai dapat mudah lepas.

Sambungan yang kurang baik pada siku atau kaca dapat menyebabkan air hujan dapat masuk, karena itu faktor penyambungan dan ‘sealant’ atau karet penyekat antara kaca dan alumunium harus dari bahan berkualitas dan tahan lama agar air tidak mudah masuk ke dalam kusen atau ke ruangan.

Kusen Kayu

Plus / Kelebihan :

Tersedia beragam variasi bentuk sesuai kebutuhan ( tradisional, modern, minimalis, klasik, dll )

Kusen kayu bisa diterapkan pada design rumah tipe apa saja.

Kayu memiliki keunggulan dibanding material lainnya yaitu tampilan natural sesuai jenis kayu.

Material kayu banyak yang kuat menurut jenisnya seperti kayu jati, kaper, atau ulin, melalui proses pengovenan yang baik.

Kayu memang fleksibel untuk dirubah bentuknya sesuai desain, seperti bentuk lurus atau melengkung, dan dapat menahan panas atau dingin dari luar ruangan

Rumah akan tampil lebih alami dengan adanya ornament kusen kayu.

Minus / Kekurangan:

Sulit menjangkau kayu dengan kualitas baik.

Mudah dimakan rayap, perawatan secara berkala dengan cat atau coating agar tetap awet, dan menyerap air sehingga menyebabkan volume kayu dapat berubah-ubah.   Akibatnya pintu atau jendela sulit dibuka karena salah satu sudutnya memuai.

Kayu yang digunakan untuk kuda-kuda, gording, usuk dan reng pada atap bisa mengalami ‘puntir’ bila yang digunakan kayu dengan kualitas buruk.

Lebih mahal dibanding aluminium, dalam pengertian biaya proses pembuatan, pemasangan dan perawatan untuk kusen kayu lebih mahal.

Memilih Pintu Kayu Sebagai Pintu Rumah

Pintu merupakan bagian tidak terpisahkan dari sebuah rumah, sebuah pintu sangat penting karena dapat memberikan keamanan dan perlindungan gangguan dari luar yang mungkin dapat mengancam penghuni rumah dan isi rumah. Namun begitu, pintu juga bisa memberikan rasa nyaman, tenang dan keindahan, terutama jika kita memilih pintu kayu sebagai pintu rumah.

Pintu kayu lebih disukai oleh banyak orang ketimbang pintu dari bahan lain, hal ini dikarenakan pintu kayu mampu memberikan fungsi utamanya sebagai perlindungan dan keamanan dari luar. Selain itu, pintu kayu juga dapat memberikan rasa tenang, nyaman, elegan dan keindahan yang jarang diberikan oleh jenis pintu bahan lain.
Memilih Pintu Kayu Sebagai Pintu Rumah
Pintu kayu juga memiliki ketahanan terhadap cuaca, tahan lama, dan mudah di olah dan dipareasikan sesuai dengan keinginan kita. Bahan alami kayu juga dapat memberikan efek mengurangi pantulan suara, dan juga lebih ramah terhadap lingkungan serta memberikan kesan akrab

Jenis Kayu Untuk Pintu
Terdapat beberapa jenis kayu yang cocok digunakan sebagai pintu rumah, yaitu:
Kayu Jati
Kayu Sonokeling
Kayu Kamper
Kayu mahoni
Kayu Merbau
Kayu Meranti
Cara memilih pintu kayu sebagai pintu rumah :

Ada beberapa cara memilih pintu kayu sebagai pintu rumah yang bisa diikuti agar pas dengan desain rumah kita. berikut beberapa cara memilih pintu kayu sebagai pintu rumah.

Menentukan jenis kayu yang digunakan
Hampir semua jenis kayu keras dapat dipakai untuk membuat pintu rumah, namun dikhususkan bagi pintu rumah utama atau pintu yang berhubungan secara langsung dengan kondisi luar sebaiknya dipilih kayu yang kuat dan tahan terhadap pengaruh cuaca seperti panas dan hujan. Ini bertujuan supaya pintu tersebut tidak mudah rusak atau keropos, serta dapat mempertahankan faktor keamanan kita. Beberapa jenis kayu yang cocok dan lazim digunakan untuk bagian ini antara lain : kayu jati, kayu sonokeling, kayu kamper, dan kayu mahoni.

Tebal pintu
Buatlah pintu dengan ketebalan 4 centimeter (disarankan) atau minimal memiliki ketebalan 3,5 centimeter. Ini bertujuan agar pintu tersebut benar-benar kuat dan aman.

Tingkat kekeringan kayu
Pastikan kayu yang digunakan benar-benar kering atau hasil oven, kayu pintu yang masih basah akan membuat pintu lebih mudah melengkung. Pintu rumah yang melengkung akan sulit dibuka tutup karena posisi pintu akan berubah dan tidak pas lagi dengan kusennya.

Desain Pintu Kayu
Buatlah desain pintu kayu yang sesuai dengan konsep rumah, contohnya : jika rumahnya berkonsep minimalis maka pilih desain pintu minimalis, sebaliknya, jika rumah tersebut berkonsep klasik, pilihlah pintu dengan ornamen ukiran. (Hanya untuk mempertegas dan mempercantik tampilan rumah)

Sesuaikan dengan fungsinya
Guna memaksimalkan ruangan sempit, kita dapat menyesuaikan dengan memilih pintu sliding atau pintu geser. Hal ini bertujuan agar tidak banyak space ruang yang terpakai hanya untuk pintu.

Pintu selalu merupakan bagian penting dari setiap rumah atau struktur bangunan. Pintu kayu merupakan pintu yang sangat bagus untuk semua rumah. Banyak rumah yang membuat desain pintunya menjadi klasik dan elegan. Pintu kayu tidaklah harus polos dan datar. Kita dapat memberikan goresan seni pada kayu tersebut.

Mengenal Jenis Kayu Dan Manfaatnya

Kegiatan penentuan jenis kayu (identifikasi jenis kayu) merupakan salah satu bagian dari rangkaian kegiatan pengujian dalam arti luas yaitu menentukan jenis kayu, mengukur dimensi kayu untuk mendapatkan volume serta menetapkan mutu.   Penentuan jenis kayu pada hakekatnya bukan hanya sekedar untuk memenuhi persyaratan dalam pelaksanaan pengujian saja, namun amat penting artinya bagi semua pihak baik bagi pemerintah, pihak produsen maupun pihak konsumen.

Terkait dengan kepentingan pemerintah, penentuan jenis kayu berperan penting dalam menentukan besarnya pungutan negara (PSDH dan DR) yang dikenakan.  Pungutan pemerintah tersebut selain didasarkan atas wilayah asal kayu, juga didasarkan atas jenis kayu.    Disamping  secara  langsung   terkait   dengan  kepentingan pemerintah, penentuan jenis kayu memegang peranan penting dalam upaya ikut serta mencegah penyimpangan dimana suatu jenis kayu yang dilarang untuk ditebang/dipasarkan, diperdagangkan secara bebas dengan menggunakan nama lain.

Mengenal Jenis Kayu Dan Manfaatnya

Di pihak produsen, selain untuk memenuhi kewajiban dalam membayar pungutan yang dibebankan pemerintah, kepastian suatu jenis kayu juga penting artinya dalam proses produksi dan pemasaran.  Setiap jenis kayu mempunyai sifat dan karakteristik yang berbeda sehingga dalam pengolahannyapun memerlukan penanganan yang berbeda pula.  Sedangkan bagi konsumen, dengan adanya kepastian jenis kayu, akan lebih memudahkan untuk memilih kayu-kayu yang cocok untuk kepentingannya.

Metoda Pengenalan Jenis Kayu

Untuk mengenal/menentukan suatu jenis kayu, tidak selalu dilakukan dengan cara memeriksa kayu dalam bentuk log (kayu bundar), tetapi dapat dilakukan dengan memeriksa sepotong kecil kayu.  Penentuan jenis kayu dalam bentuk log, pada umumnya dengan cara memperhatikan sifat-sifat kayu yang mudah dilihat seperti penampakan kulit, warna kayu teras, arah serat, ada tidaknya getah dan sebagainya.

Penentuan beberapa jenis kayu dalam bentuk olahan (kayu gergajian, moulding, dan sebagainya) masih mudah dilakukan dengan hanya memperhatikan sifat-sifat kasar yang mudah dilihat.  Sebagai contoh, kayu jati (Tectona grandis)  memiliki gambar lingkaran tumbuh yang jelas). Namun apabila kayu tersebut diamati  dalam bentuk barang jadi dimana sifat-sifat fisik asli tidak dapat dikenali lagi karena sudah dilapisi dengan cat, maka satu-satunya cara yang dapat dipergunakan untuk menentukan jenisnya adalah dengan cara memeriksa sifat anatomi/strukturnya.  Demikian juga untuk kebanyakan kayu di Indonesia, dimana antar jenis kayu sukar untuk dibedakan, cara yang lebih lazim dipakai dalam penentuan je-nis kayu adalah dengan memeriksa sifat anatominya (sifat struktur).

Pada dasarnya terdapat 2 (dua) sifat utama kayu yang dapat dipergunakan untuk mengenal kayu, yaitu sifat fisik (disebut juga sifat kasar atau sifat makroskopis) dan sifat struktur (disebut juga sifat mikroskopis).  Secara obyektif, sifat struktur atau mikroskopis lebih dapat diandalkan dari pada sifat fisik atau makroskopis dalam mengenal atau menentukan suatu jenis kayu.  Namun untuk mendapatkan hasil yang lebih dapat dipercaya, akan lebih baik bila kedua sifat ini dapat dipergunakan secara bersama-sama, karena sifat fisik akan mendukung sifat struktur dalam menentukan jenis.

Sifat fisik/kasar atau makroskopis adalah sifat yang dapat diketahui secara jelas melalui panca indera, baik dengan penglihatan,  pen-ciuman,  perabaan dan sebagainya tanpa menggunakan alat bantu.   Sifat-sifat kayu yang termasuk dalam sifat kasar antara lain adalah :

1. warna, umumnya yang digunakan adalah warna kayu teras,
2. tekstur, yaitu penampilan sifat struktur pada bidang lintang,
3. arah serat, yaitu arah umum dari sel-sel pembentuk kayu,
4. gambar, baik yang terlihat pada bidang radial maupun tangensial
5. berat, umumnya dengan menggunakan berat jenis
6. kesan raba, yaitu kesan yang diperoleh saat meraba kayu,
7. lingkaran tumbuh,
8. bau, dan sebagainya.

Sifat struktur/mikroskopis adalah sifat yang dapat kita ketahui dengan mempergunakan alat bantu, yaitu kaca pembesar (loupe) dengan  pembesaran 10 kali. Sifat struktur yang diamati adalah :

1. Pori (vessel) adalah sel yang berbentuk pembuluh dengan arah longitudinal.  Dengan mempergunakan loupe, pada bidang lintang, pori terlihat sebagai lubang-lubang beraturan maupun tidak, ukuran kecil maupun besar.  Pori dapat dibedakan berdasarkan penyebaran, susunan, isi, ukuran, jumlah dan bidang perforasi).

2. Parenkim (Parenchyma) adalah sel yang berdinding tipis dengan bentuk batu bata dengan arah longitudinal.  Dengan mempergunakan loupe, pada bidang lintang,  parenkim (jaringan parenkim) terlihat mempunyai warna yang lebih cerah dibanding dengan warna sel sekelilingnya.  Parenkim dapat dibedakan berdasarkan atas hubungannya dengan pori, yaitu parenkim paratrakeal (berhubungan dengan pori) dan apotrakeral (tidak berhubungan dengan pori).

3. Jari-jari (Rays) adalah parenkim dengan arah horizontal.  Dengan mempergunakan loupe, pada bidang lintang, jari-jari terlihat seperti garis-garis yang sejajar dengan warna yang lebih cerah dibanding warna sekelilingnya.  Jari-jari dapat dibedakan berdasarkan ukuran lebarnya dan keseragaman ukurannya.

4. Saluran interseluler  adalah saluran yang berada di antara sel-sel kayu yang berfungsi sebagai saluran khusus. Saluran interseluler ini tidak selalu ada pada setiap jenis kayu, tetapi hanya terdapat pada jenis-jenis tertentu, misalnya beberapa jenis kayu dalam famili Dipterocarpaceae, antara lain meranti (Shorea spp), kapur (Dryobalanops spp), keruing (Dipterocarpus spp), mersawa (Anisoptera spp), dan sebagainya. Berdasarkan arahnya, saluran interseluler dibedakan atas saluran interseluler aksial (arah longitudinal) dan saluran interseluler radial (arah sejajar jari-jari). Pada bidang lintang, dengan mempergunakan loupe, pada umumnya saluran interseluler aksial terlihat sebagai lubang-lubang yang terletak diantara sel-sel kayu dengan ukuran yang jauh lebih kecil.

5. Saluran getah adalah saluran yang berada dalam batang kayu, dan bentuknya seperti lensa. Saluran getah ini tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu, tapi hanya terdapat pada kayu-kayu tertentu, misalnya jelutung (Dyera spp.)

6. Tanda kerinyut adalah penampilan ujung jari-jari yang bertingkat-tingkat dan biasanya terlihat pada bidang tangensial.  Tanda kerinyut juga tidak selalu dijumpai pada setiap jenis kayu, tapi hanya pada jenis-jenis tertentu seperti kempas (Koompasia malaccensis) dan sonokembang (Pterocarpus indicus).

7. Gelam tersisip atau kulit tersisip adalah kulit yang berada di antara kayu, yang terbentuk sebagai akibat kesalahan kambium dalam membentuk kulit. Gelam tersisip juga tidak selalu ada pada setiap jenis kayu.  Jenis-jenis kayu yang sering memiliki gelam tersisip adalah karas (Aquilaria spp), jati (Tectona grandis) dan api-api (Avicennia spp).

Terdapat perbedaan yang mendasar antara sifat struktur kayu daun lebar dan sifat struktur kayu daun jarum.  Kayu-kayu daun jarum tidak mempunyai pori-pori kayu seperti halnya kayu-kayu daun lebar.

Untuk menentukan jenis sepotong kayu, kegiatan pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa kayu tersebut dengan memeriksa sifat kasarnya.  Apabila dengan cara tersebut belum dapat ditetapkan jenis kayunya, maka terhadap kayu tersebut dilakukan pemeriksaan sifat strukturnya dengan mempergunakan loupe.

Untuk memudahkan dalam menentukan suatu jenis kayu, kita dapat mempergunakan kunci pengenalan jenis kayu. Kunci pengenalan jenis kayu pada dasarnya merupakan suatu kumpulan keterangan tentang sifat-sifat kayu yang telah dikenal, baik sifat struktur maupun sifat kasarnya.  Sifat-sifat tersebut kemudian didokumentasikan dalam bentuk kartu (sistim kartu) atau dalam bentuk percabangan dua (sistem dikotom).

Pada sistem kartu,  dibuat kartu dengan ukuran tertentu (misalnya ukuran kartu pos). Disekeliling kartu tersebut dicantunkan  keterangan sifat-sifat kayu, dan pada bagian tengahnya tertera nama jenis kayu. Sebagai contoh, kayu yang akan ditentukan jenisnya,  diperiksa sifat-sifatnya. Berdasarkan sifat-sifati tersebut, sifat kayu yang tertulis pada kartu ditusuk dengan sebatang kawat dan digoyang sampai ada kartu yang jatuh.  Apabila kartu yang jatuh lebih dari satu kartu, dengan cara yang sama kartu-kartu itu kemudian ditusuk pada sifat lain sesuai dengan hasil pemeriksaan sampai akhirnya tersisa satu kartu.  Sebagai hasilnya, nama jenis yang tertera pada kartu terakhir tersebut merupakan nama jenis kayu yang diidentifikasi.

Dikotom berarti percabangan, pembagian atau pengelompokan dua-dua atas dasar persamaan sifat-sifat kayu yang diamati.   Kayu yang akan ditentukan jenisnya diperiksa sifat-sifatnya, dan kemudian dengan mempergunakan kunci dikotom, dilakukan penelusuran sesuai dengan sifat yang diamati sampai diperolehnya nama jenis kayu yang dimaksud.

Kunci cara pengenalan jenis kayu di atas, baik sistem kartu maupun dengan sistem dikotom, keduanya mempunyai kelemahan.  Kesulitan tersebut adalah apabila kayu yang akan ditentukan jenisnya tidak termasuk ke dalam koleksi.  Walaupun sistem kartu ataupun sistem dikotom digunakan untuk menetapkan jenis kayu, keduanya tidak akan dapat membantu mendapatkan nama jenis kayu yang dimaksud.   Dengan demikian, semakin banyak koleksi kayu yang dimiliki disertai dengan pengumpulan mengumpulkan sifat-sifatnya ke dalam sistem kartu atau sistem dikotom, akan semakin mudah dalam menentukan  suatu jenis kayu.

Definisi Tukang Kayu Bangunan

Tukang kayu merupakan seseorang yang bekerja dengan kayu. Mereka dapat membuat lemari, membangun rumah, maupun benda-benda lain dengan kayu.

Tukang kayu biasanya bekerja pada mandor (pengawas kerja) pada pekerjaan-pekerjaan besar karena mereka berurusan dengan proyek itu dari awal. Tukang kayu selalu menambahkan sesuatu pada peralatan mereka dan selalu belajar bagaimana menggunakan alat, bahan, dan cara kerja baru.

Definisi Tukang Kayu Bangunan

Banyak tukang kayu yang memilih untuk berfokus pada satu bidang saja. Lainnya akan berfokus pada membuat benda-benda yang tampak sederhana dan struktural, seperti kusen untuk jendela atau peti kayu untuk pengapalan. Tukang kayu akhir akan berfokus pada benda-benda yang mendetail dan artistik, seperti mebel dan mainan.